Senin, 12 Oktober 2020

Carut Marut

 

 Malam hari ini, tepat jam 8. Sudah rebah tubuhku diatas kasur yang tidak terlalu empuk. Berandai bisa tidur cepat dan esoknya akan segar bugar.

Satu bulan lebih, pikiranku selalu terganggu. Oleh langit yang seakan runtuh dari jauh dan menghantam kepalaku, atau seperti tergulung ombak dilautan lepas. 

Manusia telampau angkuh untuk sadar diri, terlalu lambat membaca sebuah gerak, terlalu menganggap remeh sesuatu. 

Anggap saja disini adalah buku diary, kamu bisa bebas tuangkan apapun perasaanmu.

Kenapa harus menjadi marah jika sebetulnya itu tidak terlalu perlu? Bulu kuduku bangkit, saat membaca history percakapan melalui pesan Whatsapp. Kalau saja dia geleng-geleng kepala, kamu bagaimana? Tidak sanggup rasanya membaca pesan itu, seperti iblis, seperti kesetaanan, seperti mahluk yang tak berakal. 

Mengapa begitu kejam menuangkan perasaan kepada seseorang yang dianggap sayang, cinta bahkan belahan jiwa. 

Lambat menyadari, sungguh itu semua laku yang tidak baik.

Pengharapan pada satu kesempatan terakhir, jadikanlah ini semua pelajaran paling baik dalam hidupmu. 

Ditinggalkan orang terkasih tidak enak bukan? Jika, suatu saat datang masa itu. Jadilah baik, jadilah sabar, jadilah penyayang. 

Nikmatilah masa-masa muram saat ini. Esok akan datang lagi. 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Malam ini

  Hari ini aku melihat senyum, yang sudah lama sekali tak kulihat.  Pipimu merekah, sudut bibirmu indah.  Aku lupa kapan terakhir kali peman...