Riuh, gaduh, lantang suara demo Jakarta 8 Oktober 2020.
Menolak RUU Omnibus Law
Ahhh.. kita tidak mau bicara soal pemerintah
Ini untuk hati yang harinya mulai sepi karena ditinggal pergi.
Kadang kala, manusia lambat menyadari,
betapa nestapanya ditinggal pergi.
Selalu, penyesalan datang belakangan, tanpa tujuan.
Mengalun, laun, tak kembali.
Berirama sendu, bertatap rindu.
Amarah yang tak terbendung, buat dia berlalu.
Hujan selalu jadi waktu yang tepat, untuk bersedih ria
Malam hari lebih menjadi-jadi.
Belakangan ini, tak bisa konsentrasi.
Tak ada yang bisa melawan laju kegelisahan
Kerinduan bahkan hanya menjadi beban
Bukan lagi sebuah keindahan
Dimana akan kutemui asa?
Selepas hujan deras,
Jakarta, 9 Oktober 2020

Tidak ada komentar:
Posting Komentar