Minggu, 18 Oktober 2020

Malam ini

 


Hari ini aku melihat senyum, yang sudah lama sekali tak kulihat. 
Pipimu merekah, sudut bibirmu indah. 

Aku lupa kapan terakhir kali pemandangan tersebut kulihat. 
Terlalu lama, larut dalam kemarahan. 

Sebentar, aku coba mengingatnya. 
Ohhh Pujaan!!!
Aku melihat senyum itu saat kau menggenggam tanganku di sela lampu merah Ragunan. 
Kau tersipu malu, kau berikan seyuman paling tulus kala itu. 

Tapi aku bukan pemilik senyuman itu lagi, 
Dia dirampas pergi oleh amarah dan keegoisan. 
Dia hilang perlahan karena ketidakdewasaan gagal tumbuh dengan sempurna pada tubuh seorang manusia.

Tidak apa, walaupun aku bukan lagi pemiliknya.
Aku cukup senang dalam ketidakwarasan.




Malam dingin menusuk tulang, 
19 Oktober 2020 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Malam ini

  Hari ini aku melihat senyum, yang sudah lama sekali tak kulihat.  Pipimu merekah, sudut bibirmu indah.  Aku lupa kapan terakhir kali peman...